Kamis, 28 Maret 2013

Follow me!

Akhdan termasuk anak yang lincah...alhamdulillah hari-harinya selalu diisi dengan aktifitas bisa dibilang Akhdan diam tenang cuman kalau pas tidur aja. Mungkin itu juga yang membuat tubuhnya kurang melar-melar. Ndut sedikit, kurus lagi dan berulang ulang seperti itu.

Karena keaktifan Akhdan, seringnya membuat kita tidak bisa meninggalkannya sendirian, karena lengah beberapa detik saja Akhdan sudah lari melesat entah kemana, ngejar kucing, cari kresem, atau kerumah mak Bi yang ada warung di depannya. Pernah saya lengah, dan tau-tau Akhdan sudah sampai dipinggir jalan. Agak tidak aman memang, makanya itu, kita harus ekstra mengawasinya.

Pendekatan dengan perkataan sudah, Akhdan nurut, tapi nanti diulangi lagi hehehe namanya anak-anak.Tapi ketika dengan kata-kata baik sudah mentok dan mepet jurus pungkasan saya pakai "Akhdan awas ada ulat di luar" dan Akhdan akan meringis hiiii hiiii hiiii

Sebenarnya yang takut ulat adalah bundanya. Saya gak tau bagaimana bisa terjadi, tapi ada cerita suram dimasa kecil yang berhubungan dengan ulat yang membuat saya phobia sampai sekarang.

Kembali lagi kecerita kita ya....jadi suatu hari ketika saya sedang memangku Akhdan di belakang rumah simbahnya dan fokus melihat lele yang berenang aktif, simbah cerita, kemarin pohon rambutan (yang jaraknya cuman 2 meter dari saya duduk kala itu) banyak ulatnya sampai sampai ayam-ayam pada kerumun memakannya. Mak DEEGGG langsung saya toleh sekitar saya duduk. Dan ternyata! tanpa saya sadari sebelumnya bahwa disekitar saya ada beberapa ulat yang merayap. Sontan saya kaget dan berteriak, akhdan yang posisinya saya pangkupun juga kaget hampir nangis. Saya bilang sama Akhdan "Maaf bunda takut ulat hiiiiii" dan akhdan menimpali Hiiiii sejak saat itu kalau saya bilang Akhdan ada ulat, Akhdan akan bilang hiiiii.

Sepertinya cerita saya melenceng dari tema awalnya yah hehehe no problemo.

H-M

Akhdan (1Y10M) sudah bisa menyebutkan beberapa huruf alphabeth dan nomor. Terlebih jika itu adalah nomor kendaraan. Jika ada motor yang sedang di parkir di pelataran rumah, dengan lincahnya Akhdan menunjuk dan melafalkannya 'H!' 'M!'

Iya, Akhdan sudah bisa melafalkan huruf terutama H, M, karena belajar dari mbak Eva. Tidak cuma itu, jika ada salah satu dari kita memakai baju yang ada sablon huruf maka tidak segan-segan Akhdan akan melafalkannya juga.

Dan dalam melafalkannya Akhdan terkadang mencampur dua bahasa, semisal A dibaca ei, W dibaca double you, C ya dibaca C. atau 1 dibaca one, 2 dibaca dua. Dan terkadang di antara sela waktunya bermain dia melihat jari-jari tangannya dan melafalkan wan, cu, cri, fou, fif, sik, sewn, eit, nain, an ten.....horeeeeeee

Mungkin juga karena peran video-video yang sering saya putarkan tentang huruf, angka dan kartu flash. Diusia Akhdan sekarang memang waktunya untuk kita tanamkan ilmu dan pendidikan buatnya.

Belajar terus, putraku
We love u

Kamis, 21 Maret 2013

8 Kiat Membantu Bayi Berbicara

Cepat atau lambat anak Anda bisa bicara, yang terpenting, awasi apakah perkembangannya kemudian berjalan sebagaimana mestinya.

Seorang bayi bisa menyebutkan kata “mama” di usia 9 bulan. Sedangkan bayi lain baru bisa mengucapkannya ketika menginjak usia 2 tahun. Perkembangan bahasa pada setiap anak memang berbeda. Berikut ini pertanyaan dari para ibu tentang bagaimana membantu bayi mengembangkan kemampuannya berbahasa.

1. Haruskah saya mengajarkan anak saya bicara? Akan sangat membantu jika dalam kehidupan sehari-hari, orang tua selalu memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukannya. Misalnya ketika sedang memakaikan anak sepatu katakan, “Sekarang Ibu akan memakaikan sepatu di kaki kirimu...”

2. Kapan mulai mengajarkan bayi bicara? Sebelum mulai bicara, terlebih dahulu anak melalui proses “pemahaman”. Proses ini bermula jika proses mendengar berkembang baik, yaitu dimulai ketika janin memasuki usia 25 minggu. Pada fase terakhir kehamilan, janin dapat membedakan suara yang berbeda-beda.

3. Bagaimana bayi belajar berbahasa? Alam menyediakan alat-alat bantu yang mengagumkan untuk membantu bayi belajar bahasa. Contohnya, bayi memiliki perasaan yang sensitif pada ritme. Pada bahasa tertentu ada penekanan pada suku-suku kata awal sehingga ia memiliki petunjuk. Kalau suku kata ini mendapatkan tekanan berarti selanjutnya akan ada suku kata baru. Otak bayi pun akan membandingkan tekanan-tekanan dan juga kata-kata. Dengan begitu ia semakin banyak memahami dan kemudian ia bisa berbicara.

4. Darimana kita tahu apa yang sudah dipahami seorang bayi? Tidak mudah mengetahui apa yang telah dipahami bayi. Bahkan dengan tes yang dilakukan pada satu per satu obyek belum mengungkapkan hasil apa yang telah dipahami oleh bayi Oleh karena itu, para peneliti mencoba mencari sinyal-sinyal lain, seperti meneliti seberapa cepat seorang bayi menangkap kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa.

5. Metode bernyanyi. Bayi memiliki kepekaan bawaan untuk alunan musik. Ia sudah mengenal melodi-melodi yang diperdengarkan padanya ketika ia dalam rahim ibunya. Kebiasaannya mendengarkan musik menjadi alat bantu baginya untuk mempelajari bahasa. Dengan bernyanyi (atau pembacaan puisi) ada perbedaan penekanan kata-kata dan ritme yang lebih kuat digunakan daripada pembicaraan biasa.

6. Kata pertama yang sering diucapkan bayi. Setengah dari anak-anak Jerman yang diteliti mengucapkan kata “mama” sebagai kata pertamanya. Hanya 15% yang mengucapkan kata “papa”. Selanjutnya mereka mengucapkan “Auto” (sebanyak 4%), “oma”, “ball”, “wauwau” dan “Haben”

7. Kata yang lebih mudah diucapkan bayi. Ada beberapa huruf yang penyebutannya dapat dilihat. Seperti “M” untuk mama, “B” untuk bola dan”P” untuk pinguin. Bunyi-bunyi ini diucapkan dengan menggunakan bibir yang membuat variasi suara bila ada udara yang dikeluarkan. Namun ada juga huruf yang tidak tampak jelas jika diucapkan. Tidak mengherankan jika anak kecil lebih mudah mengucapkan kata-kata yang menggunakan konsonan bilabial (“mama, papa, bobo”) karena mereka lebih mudah melakukannya. Yang lainnya dapat diucapkan setelah berulang kali mencoba.

8. Mengapa anak perempuan lebih cepat belajar daripada anak laki-laki? Statistik menunjukkan selama 2 tahun pertama kehidupannya, anak perempuan menguasai rata-rata 120 kata sedangkan anak laki-laki hanya 90 kata. Pada usia prasekolah, anak perempuan biasanya kehilangan minatnya pada pelajaran dibandingkan anak laki-laki. Alasan yang mendasari ini belum jelas, kemungkinan besar karena ada proses hormonal yang berperan penting sehingga otak pada anak perempuan matang lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Inilah yang menyebabkan anak perempuan lebih mudah memahami bahasa yang abstrak dibandingkan anak laki-laki yang membutuhkan kombinasi antara ungkapan akustis dan optis. Sedikit rumit memang. Jalan tengahnya adalah ayah menunjukkan buku bergambar lalu menunjukkan benda yang ingin diperkenalkan dengan menyebut namanya dengan jelas.

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Psikologi/8.kiat.membantu.bayi.berbicara/001/007/948/2/4

Rabu, 20 Maret 2013

Celoteh Akhdan


Akhdan (1Y10M) lagi seneng-senengnya ngomong. Orang jawa bilangnya ceriwis. Dia melakukan kegiatan apapun sembari ngomong, kadang jelas kadang gak jelas yang tau artinya cuman Akhdan sendiri. Dan bahasa dasar Akhdan bahasa jawa, mungkin karena terpengaruh pengasuh yang berbahasa jawa. Meskipun sudah saya ajarkan beberapa kata bahasa Inggris, paling lancar kalau berhitung serta ngomong good morning, how are you.

Yang gak tahan bikin senyum-senyum sendiri ketika Akhdan meniru apa yang saya ucapkan dengan lafalnya yang masih terbatas. Seperti ketika Akhdan membuat kotor lantai dan saya berkata ‘Oh my God’ eh di tirun juga ‘omay got’ hehehe

Setiap hari saya mendengar kata-kata baru dari Akhdan. Perbendaharaan katanya meningkat setiap hari. Eh yang lucunya, ketika saya sedang memangku Akhdan di teras rumah dan tiba-tiba angin berhembus, Akhdan ngomong “Nda, semriwing” kaget dapat kata dari mana itu, kecil-kecil dah tau semriwing (segar karena ada angin berhembus).

Jika Akhdan ingin melihat benda yang letaknya ada di atas, misalnya lemari makan dia akan ngomong “Ndelok nda” (lihat bunda) maka saya harus menjinjingnya sampai dia puas melihat lihat.

Ketika sedang mendorong sepeda (kadang hal ini membuat saya tidak sabar, karena sepeda ini sepeda besar milik eyang yang ukurannya berkali lipat dari Akhdan) Akhdan akan mendorongnya dari belakang, agak takut juga jika jarinya tergesek ban, Akhdan gak bisa berhenti jika belum ada sesuatu yang mengalihkan perhatiannya. Eh Akhdan bilang “lok nda” yang akhirnya saya bisa menerjemahkan setelah Akhdan nangis dan ternyata artinya “belok bunda” hehehe


Sharing: Memperpanjang SIM C di Kendal


Kali ini saya akan mengulas topik yang berbeda, lain dari pada biasanya. Tentu saja ini hanya untuk membantu Anda sekalian untuk mempersiapkan diri sebelum mengurus SIM C di polres khususnya Kendal. 

Saya pernah lihat di salah satu berita di TV bahwa Polisi akan memberlakukan pembuatan SIM dari awal bagi Anda yang SIMnya sudah hangus walaupun masih satu hari, tampaknya wacana tersebut masih sosialisasi, dan belum di terapkan per Maret 2013. Mengingat SIM saya sudah hangus kurang lebih 2 bulan makanya saya ingin segera mengurusnya.

Persiapan di rumah, tentu saja sebelum Anda pergi ke polres, persiapkan fotokopi KTP dan SIM lama masing-masing 2 kali. Serta tentu saja uang, sesuai di berita tersebut katanya ada kenaikan tarif. Bagi yang baru membuat SIM biaya Rp 100.000 serta bagi yang memperpanjang Rp 75.000. Saya sarankan Anda membawa uang lebih, karena ada biaya biaya lain sehingga jumlahnya bisa sampai 2x lipat dari biaya tersebut.

Jika Anda ke Polres Kendal saya sarankan jangan langsung masuk ke loket SIM dulu, tapi cek kesehatan di poliklinik yang ada di sebelah kanan depan Polres. Karena tahap pertama di mulai dari cek kesehatan. Kalau Anda langsung masuk ke loket SIM pasti akan menyesal karena jarak loket SIM ke klinik sangatlah jauh. Makanya saya sarankan untuk cek kesehatan terlebih dahulu.

Di poliklinik Anda diminta untuk mengisi formulir pendek, isi saja sambil nunggu giliran untuk cek kesehatan. Tesnya terdiri dari tes mata, ada penglihatan dan buta warna, serta ukur tensi darah. Nanti Anda akan mendapatkan formulir warna hijau. Dan biayanya Rp 25.000. Siiiiip. Bawa formulir hijau ini ke loket 1 pembuatan SIM, sertakan fotokopi KTP dan SIM 2 buah.

Tunggu sampai nama Anda dipanggil, butuh beberapa menit sebelum petugas memberikan formulir untuk di isi. Biayanya Rp 25.000 dan Anda akan mendapatkan map berisi formulir dan SIM & KTP yang tadi Anda kumpulkan. Isi data-data dan Anda bisa mencotek di meja sebelah kanan jika ada kesulitan mengisi.

Setelah formulir diisi, kumpulkan di loket 2, yaitu loket bank BRI untuk membayar biaya perpanjangan SIM Rp 75.000. Tunggu sampai nama Anda di sebut di loket 1 dan Anda dapat nomor antrian foto. Cukup lama juga nunggunya, saya sarankan untuk baca-baca koran yang disediakan atau minum air mineral dingin yang gratis untuk pengunjung J. Sejauh ini saya sudah mengeluarkan biaya Rp 125.000. Untung saya membawa uang berlebih, kalau saja saya hanya membawa uang pas Rp 75.000 bisa gagal rencana memperpanjang SIM ini.

Akhirnya saya mendapat no antrian 78. Tidak lama setelah saya dapat nomor antrian, saya diminta untuk masuk ke ruang foto. Disini Anda diminta untuk tanda tangan setelah itu menunggu giliran untuk foto dll. Tidak begitu lama kok, petugasnya cukup handal. Nama Anda akan dipanggil. Petugas akan membacakan identitas Anda apakah sudah tepat atau belum. Meminta sidik jari jempol Anda, tandatangan terus foto, selesai.

Tunggu sampai SIM Anda jadi di loket pengambilan SIM. Di sini Anda ditawarkan asuransi karena saya tidak tahu tentang itu makanya ikut aja. Saya bayar lagi Rp 33.000 untuk asuransi. Dan SIM baru saya jadi. Jika ditotal biayanya jadi Rp 158.000. Jadi sebelum Anda pergi ke Polres siapkan uang minimal segitu. Selamat mencoba. Thanks Polres Kendal for the good services.

Kamis, 07 Maret 2013

Menghaluskan kulit Bayi



Kulit bayi yang kusam atau kasar bisa dihaluskan dengan Kayu Secang, Kayu secang bisa dibeli di toko rempah rempah atau toko jamu. bentuknya seperti serutan kayu, dicampurkan pada air mandi bayi. Air akan berubah warna menjadi kemerahan . Air tesebut baik untuk mandi bayi , untuk menjaga kelembutan kulit bayi.

Akhdan's Songs


Semakin hari semakin bertambah saja pengetahuan Akhdan (1Y10M). Setiap harinya saya mendapatkan surprise dari putra tercinta saya ini. Di usianya sekarang ini Akhdan lagi senang-senangnya bernyanyi. Aktifitas terbarunya sekarang adalah sembari melakukan kegiatan rutinitasnya Akhdan berdendang. Memang terkadang masih aneh untuk saya, karena selama ini memang Akhdan sepertinya belum terbiasa menyanyi.



Sambil mendorong mobilnya Akhdan berdendang naik-naik ke puncak gunung.
Lihat kereta api, nyanyi naik kereta api tut tut tut.
Lihat cicak, nyanyi cicak-cicak didinding.
Lihat bintang.....hehe kalau yang ini paling hanya teriak ‘nda bintang

Berdendang disini maksud saya bernyanyi khas anak kecil, Akhdan belum 2 tahun dan kata-katanya memang masih cadel, jadi kalau nyanyi ya paling ‘nait nait tak unung’ ‘rung kaka tua

Lagu yang paling disukai Akhdan adalah burung kakak tua, naik naik kepuncak gunung, bangun tidur (karena Akhdan punya videonya yang paling sering diputar, berkali-kali, sampai Akhdan hafal gerakan animasinya)

Saya punya cerita lucu, mau tau?

Jadi sore itu kita melewati hari bersama-sama. Saya ajarkan Akhdan menyanyi dan Akhdan selalu memandangi saya ketika menyanyi. Entah mungkin dia mencoba melihat gerakan bibir saya dan mencoba untuk menirukannya, karena setelah saya menyanyikan lagu baru, Akhdan bisa menyambung suku kata terakhirnya.

Saya pun mengajarkan lagu topi saya bundar, yang memang jarang kita nyanyikan sebelumnya. Akhdan menyimak dengan khusyu. Saya mulai menyanyi

Topi saya bundar,

Bundar topi saya,

Kalau tidak bunda,

Bukan topi saya.

Tampaknya Akhdan penasaran dengan lagu itu, maka ketika saya menyanyikannya, pandangan mata Akhdan fokus tertuju pada saya. Dan Akhdan menyukai lagunya, beberapa kali saya ulangi, dan jika selesai Akhdan tepuk tangan. (Saya jadi merasa seperti penyanyi profesional saja hehe...)

Sekarang tiba giliran Akhdan belajar, saya coba tes daya ingat Akhdan terhadap lagu yang baru dia dengar ini dengan memotong satu suku kata terakhir, dan jadinya seperti ini:

‘Topi saya bun-........dar (jawab Akhdan)
Bundar topi sa- ...... ya (sambungnya)
Kalau tidak bundar
Didina ingal dua’ (jawab Akhdan sambil tepuk tangan)

Spontanitas tawa saya pecah, sambil saya ciumi si Akhdan, dan Akhdan yang bingung hanya memandangi saya sambil senyum senyum gak paham. Gak habis pikir putraku bisa selucu itu. Dua lagu digabung jadi satu, dah seperti composer aja hehehe. Memang Akhdan dah hafal lagu burung kakak tua, karena itu favoritnya. Dan ketika mendengar lagu topi saya bundar yang iramanya mirip dia sambung lagu tersebut dengan lagu burung kakak tua yang dia hafal.

Teruslah belajar sayang.





Rabu, 30 Januari 2013

Long way journey




Tidak terasa sudah hampir sebulan kita tidak main kerumah simbah. Cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas menjadi salah satu penyebabnya. Dalam beberapa menit cuaca di Weleri bisa berubah dratis. Dan perjalanan yang agak jauh ke rumah simbah, membuat perjalanan bersama Akhdan menjadi riskan.



Terakhir kali tahun baru kemarin. Kebetulan waktu itu saya sedang libur dan ayahpun libur agak lama. Sedangkan keluarga Jakarta berkunjung. Karena lama tidak bersua, kita putuskan untuk menyambangi rumah simbah. Tahun baru kita habiskan di sana. Tidak banyak yang kita lakukan karena hampir seharian hujan dan mendung.



Kemudian pagi hari tanggal 1 Januari 2013 kita pulang ke Weleri. Awalnya kita rencanakan untuk berjalan-jalan makanya ayah mengambil jalan ke arah Batang, jadi kita berputar arah. Menikmati udara pagi di sekitar daerah pegunungan membuat Akhdan tidak bisa menahan rasa kantuknya. Sepanjang perjalan Akhdan habiskan dengan tidur. Yah memang tidak ada celoteh Akhdan menunjuk benda-benda yang biasa dia temui di sepanjang perjalanan.



Karena awan mendung sudah menggantung, kita sepakati untuk pulang ke weleri saja. Sampai di rumah hanya ada tantenya, eh ternyata satu RT sedang mengikuti kegiatan jalan sehat dan sekarang sedang pengundian hadiah. Beberapa waktu setelahnya kakek datang bawa beberapa kupon hadiah, ‘Yuk ajak Akhdan lihat panggung’ kata kakek, sambil memberikan kupon untuk kita berdua, eyang dan tante dah dapat hadiah katanya, kaos lengan panjang dan botol minuman. Lha kakek dan dua kupon ini belum dapat bagian, makanya kakek ajak kita juga untuk menyaksikan panggung. Yah gak apa-apa sambil jalan-jalan.

Sesampainya di sana, benar juga, panggung sangat ramai sekali. Di sana terlihat sepeda mini sebagai hadiah utama dan beberapa tumpukan kardus yang tidak saya ketahui apa.
“Bunda nanti yang bawa hadiah sepedanya.” Kata ayah tiba-tiba.
“Gak yah, dek gak seberuntung itu. Kalau ada undian seperti ini pasti gak pernah dapat.”
“Coba lihat aja nanti.”
“Yah, kardus yang di tumpukan itu apa ya?”
“Yang mana?”
“Yang di atas kompor gas?”
“Gak tahu, gak kelihatan.”

Iya ayah benar juga sepeda kecil untuk Akhdan bermain, pasti lebih ringan dorongnya daripada sepeda besar punya eyang. Kadang saya agak kerepotan kalau Akhdan lagi ngambek pengen dorong sepeda besar eyangnya. Tapi pertanyaannya apakah kita seberuntung itu. Dapat payung aja dah beruntung banget. Sudah memasuki hadiah utama, kita belum dapat apa-apa. Sampai pengundian hadiah utama nomor empat. Mamaknya Akhdan yang lagi nggendong Akhdan tiba-tiba spontanitas naik ke atas panggung. Ternyata yang dapat hadiah keempat, kompor gas, mamaknya Akhdan. Akhdan yang ada di atas panggung meronta-ronta minta turun, akhirnya ayahnya yang gendong.

Hadiah ketiga, hadiah yang saya tanyakan ke ayah tadi ternyata sebuah DVD player. Dan tau gak siapa yang dapat? AYAAAAH!!!!!! Masih dengan menggendong Akhdan ayah naik ke atas panggung untuk mengambil hadiahnya. Akhdan yang naik panggung ke dua kalinya meronta-ronta, akhirnya saya gendong. Heran bin ajaib, mamak dan ayah yang gendong Akhdan sebelumnya dapat hadiah semuanya. Dan saya.....seperti sebelum-sebelumnya, tidak dapat apa-apa.

DVD baru untuk kita nyanyi nyanyi bareng, masih ada di atas lemari. Sekalinya kita nyalakan Akhdan pencet-pencet tombolnya. Kita masih pikir-pikir tempat yang aman untuk memainkannya, karena kalau tidak bisa rusak dini hehe

Thanks for the wonderful day, love you.

Di rumah mas Ian

Cerita Akhdan ketika main di rumah mas Ian, check it out!













Selasa, 29 Januari 2013

I love Ice Cream



Ice cream adalah favorit Akhdan. Jalan-jalan dan melewati minimarket Happy Sari “Nda...Ais Kim” melewati Indomart “Nda...Ais kim” melewati minimarket Aulia “Nda...Ais kim” dan jika dituruti Akhdan bisa menghabiskan ice cream dua bahkan lebih.


Seperti cerita kali ini. Hari minggu waktunya belanja kebutuhan Akhdan, beli susu, diapers, jajan, dan perlengkapan lainnya yang sudah habis. Biar lebih cepat kita biasanya beli di Indomart. Dan sepertinya Akhdan dah mengenal betul bangunan satu ini. Belum lagi kita melangkahkan kaki masuk, Akhdan dah mendahului.


Turun dari motor, Akhdan pasti akan berlari ke arah pintu yang seringnya dia kebingungan mau masuk dari arah mana, karena pintunya tidak seperti pintu di rumah. Wal hasil dia akan menoleh melihat salah satu dari kami, mengiba meminta untuk dibukakan pintunya. Ketika pintu didorong, belum terbuka sepenuhnya Akhdan dah ngeluyur masuk. Menunjuk-nunjuk satu diantara tiga pendingin yang ada di dalam.


Lagaknya dia tahu mana yang paling lezat, dia menunjuk lemari pendingin yang paling kiri. Saya dan suami hanya bisa tersenyum saja, yang pasti kalau sudah deket dengan yang diinginkannya susah untuk membujuk Akhdan. 

Kita ambilkan satu ice cream untuk akhdan dan brillian Akhdan membawanya ke kasir “Mbak tumbas” Mbak beli! yang pastinya membuat mbak kasir tersenyum ramah “Mbak ka” (mbak buka). Setelah apa yang dia inginkan sudah didapatkan Akhdan akan keluar dan duduk di depan minimarket. Duduk manis, menikmati ice cream sambil melihat mobil dan motor yang berseliweran. 

Love you my lovely son...